PC Fatayat NU Kab. Maros Gelar Latihan Kader Dasar yang ke IV

Maros_SUPER.- Latihan Kader Dasar (LKD) yang digelar oleh Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Maros yang dilaksanakan di Baruga A Kantor Bupati Maros  15–16 Desember 2023.

Ketua Panitia LKD PC Fatayat NU kabupaten Maros, Aisyah mengatakan, “LKD ini merupakan pengkaderan formal yang wajib dilaksanakan dan diikuti oleh pengurus dan anggota Fatayat NU. Peserta LKD ini berasal dari anggota PC Fatayat NU kabupaten Maros, anggota PAC kecamatan, dan anggota ranting desa.” ungkapnya.

Ketua PC Hj. Syamsidar mengutarakan, LKD tahun ini mengambil tema “Menciptakan Kader Militan Berkarakter dan Bermartabat”. Ia menambahkan peserta LKD mendapatkan berbagai materi terkait ideologi ASWAJA, citra diri Fatayat NU, moderasi beragama, dan materi lainnya  terkait program PC Fatayat NU. Dan juga akan selalu bersinergi untuk mewujudkan Maros sebagai kabupaten religius dan mendukung program pemerintah. “Fatayat fokus literasi, karena Maros kabupaten literas”.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Maros Hj. Suhartina Bohari, SE. “Kegiatan seperti ini bermanfaat, karena bisa membentuk karakter perempuan di Kabupaten Maros. Tidak ada ruginya mengikuti kegiatan seperti ini: pengalaman pembiasaan diri sangat penting. Jangan merasa, peran perempuan hanya bisa di sini ji, buktinya kita di Maros bisa mendudukkan perempuan sebagai wakil bupati, Perempuan harus bisa berdaya, berbuat, dan mengambil peran serta banyak kita terlibat. Banyak persoalan ekstrem terselesaikan dengan pendekatan keibuan, dari hati. Semua kita bisa lakukan bersama-sama. Setelah mengikuti LKD, berarti sudah sah secara organisasi menjadi kader Fatayat NU,” kata Wabup Suhartina disambut tepuk tangan meriah peserta LKD.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Maros H. Muhammad saat di forum pembukaan juga menyampaikan peran perempuan harus lebih banyak lagi, dan kader Fatayat NU Maros harus hadir dengan berbagai peran dan kontribusi di berbagai elemen masyarakat. LKD merupakan pergerakan, mencetak kader baru. Oleh karena itu, saya mengapresiasi apa terlaksana dan semoga berjalan dengan baik. Pasti, Kakankemenag Muhammad melanjutkan,  akan memberikan perhatian besar kepada organisasi keagamaan terutama Banom NU. Karena merupakan lembaga betul-betul mengawal dan bersinergi dengan tujuan negara. Kegiatan ini dalam perspektif agama, juga menjaga diri dan keluarga. Orang yang tidak ada pengalaman organisasi sangat lemah. Akibatnya masuk dalam dunia kerja mereka tidak punya kepekaan sosial, individualisme sangat tinggi. Mereka selalu merasa cukup, padahal tidak. Jadi mereka kaku mengambil keputusan. Dalam pelatihan seperti ini akan diberikan bekal pengetahuan terkait perilaku kelompok, perilaku organisasi. Sensitivitas dalam terhadap yang lain kurang, tidak memiliki rasa kebersamaan yang tinggi. LKD bagian dari proses regenerasi, mencetak generasi baru. Hasilnya, akan kita lihat 5 sampai 10 tahun ke depan. Semoga berhasil.” ungkapnya.

 

 

 

Editor : Ay

 

 

Facebook
Twitter
WhatsApp